PIO, apa dan ruang lingkupnya?

Mungkin kata “Psikologi” cukup familiar ditelinga kita, psikologi sendiri didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang berbicara tentang proses berpikir dan perilaku manusia (Muchinsky, 2010: 2). Adapun tulisan kali ini akan lebih berbicara sepintas tentang salah satu cabang dari ilmu psikologi, yaitu psikologi Industri dan Organisasi. Dimana, dalam tulisan ini mendiskusikan tentang apa itu psikologi Industri dan Organisasi, serta juga berbicara tentang ruang lingkup dan pokok bahasan dari psikologi Industri dan Organisasi atau lebih dikenal dengan istilah PIO, serta tidak ketinggalan juga berbicara tentang hubungan PIO dengan keilmuan lain, baik yang merupakan cabang Psikologi maupun ilmu yang lainnya seperti manajemen, hukum.

Terlintas dipikiran kita, bahwa ketika mendengar PIO (Psikologi Industri dan Organisasi) maka yang terbayang adalah dunia industri atau pabrikan, sebenarnya pikiran ini juga tidak ada salahnya. Akan tetapi, penjelasan yang lebih detail disampaikan oleh Cascio (2001 dalam Rothmann dan Cooper, 2008: 1) bahwa psikologi Industri dan Organisasi adalah salah satu cabang terapan dari ilmu psikologi yang berfokus pada studi tentang perilaku manusia dalam konteks dunia kerja, organisasi serta terkait dengan produktivitas. Lebih lanjut, Muchinsky (2010: 3) menambahkan bahwa dari perspektif professional atau praktisi, PIO lebih dipandang sebagai sebuah aplikasi dari pemahaman tentang ilmu psikologi untuk menyelesaikan masalah di dunia kerja. Sehingga, jika pendekatan akademisi dimana terfokus pada penelitian-penelitian untuk menemukan jawaban, dan juga digabungkan dengan pendekatan praktisi yang lebih terfokus pada aplikasi suatu konsep pada kehidupan nyata, maka seringkali model pendidikan yang dilakukan di PIO lebih bersifat scientist-practitioner model (Muchinsky, 2010: 3).

Selanjutnya, setelah kita mendapatkan penjelasan tentang apa itu PIO, maka pertanyaan berikutnya yang muncul adalah apa saja yang didiskusikan dalam PIO itu sendiri. Jika diawal dijelaskan bahwa PIO adalah terapan dari ilmu psikologi dalam konteks dunia kerja, maka terdapat beberapa poin yang bisa kita tarik disini. Pertama, psikologi sebagai ilmu yang mempelajari ilmu perilaku di dunia kerja, dimana dunia kerja tidak terlepas dari yang namanya organisasi,  maka PIO juga akan berbicara tentang Organisasi itu sendiri, dimana disini mulai dari berbicara tentang teori-teori organisasi, desain organisasi, budaya organisasi, perilaku organisasi, perubahan dan pengembangan organisasi. Selanjutnya, bahwa jika melihat trend yang terjadi dewasa ini, bahwa organisasi akan berjalan efektif jika terjalin interaksi dalam kelompok-kelompok kerja, maka kajian PIO juga meliputi interaksi individu di dalam kelompok,  dimana pokok bahasannya biasanya terkait dengan dinamika kelompok, proses kelompok dan komunikasi dalam kelompok. Berikutnya, yang tidak kalah penting adalah bahwa psikologi mempelajari tentang manusia, maka kajian diskusi dari PIO juga meliputi aspek individu, dimana hal ini meliputi aspek rekruitmen dan seleksi, perencanaan karir, pengembangan individu, proses belajar dalam organisasi atau dalam istilah awam kajian-kajian ini seringkali bersinggungan dengan yang disebut “manajemen sumber daya manusia”. Sehingga, terdapat tiga poin ruang lingkup yang menjadi kajian PIO yaitu organisasi, kelompok dan juga individu.

Lebih lanjut, tidak dapat dipungkiri bahwa PIO tidak bisa terlepas dari cabang psikologi yang lain. Dimana yang paling inti adalah psikologi sosial, jika kita lihat kajian-kajian dari PIO banyak menggunakan teori-teori psikologi sosial seperti teori medan dari Lewin contohnya. Beberapa cabang lain juga memiliki kontribusi contohnya dalam kajian individu dan mengelola konflik di tempat kerja, PIO juga akan belajar banyak dari Psikologi klinis, begitu pula juga terkait dengan psikologi pendidikan dan perkembangan dimana dalam memberikan pelatihan maka kita juga mempertimbangkan aspek-aspek belajar pada orang dewasa. Selain mendapatkan masukan dari dalam cabang ilmu psikologi itu sendiri, dalam aktivitas sehari-hari seorang praktisi PIO juga banyak masukan dari berbagai cabang ilmu seperti Ergonomi, Manajemen, Sosiologi dan Hukum serta cabang ilmu yang lainnya. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa PIO dalam melakukan studi tidak bisa secara egois melepaskan diri atau merasa superior, karena PIO juga mendapatkan banyak kontribusi dari ilmu-ilmu yang lainnya pula.

Go to Top